Takut “Bagaimana kalau?”

by gagsight

Bisakah kamu bayangkan tidak pernah menjalani hubungan yang serius karena takut hubungan itu tidak bertahan? Ini adalah ketakutan yang konyol! Bagimu, yg menganggap satu-satunya makna pacaran, pertunangan, pernikahan,  adalah proses pertama menuju perpisahan. Kamu tau puisi ini “Lebih baik pernah memiliki cinta dan kehilangannya, daripada sama sekali tidak pernah memilikinya” (?)

Kamu tidak mungkin memiliki hidup yang menyenangkan dan memuaskan jika dilumpuhkan rasa takut terhadap apa yg mungkin akan terjadi suatu hari nanti, di suatu tempat, entah bagaimana. Kalau kita semua tetap diam di dalam ruangan setiap hari karena takut di samber gledek atau digigit nyamuk malaria, dunia ini akan sangat menyedihkan, kan?

Begitu banyak orang dilanda ketakutan lebih memilih bagaimana kalau? Seharusnya mereka berkata Mengapa tidak? Bagaimana kalau gagal? Bagaimana kalau aku kurang bagus? Bagaimana kalau mereka menertawakan? Bagaimana kalau aku ditolak? Bagaimana kalau aku tidak bisa mempertahankannya?

Aku memahami pemikiran semacan itu, karena selama masa pertumbuhan ku aku harus menghadapi rasa takut yang akut. Takut ditolak, takut tidak memiliki kemampuan, takut jika tergantung pada orang lain.

“Milikilah impian yang besar dan jangan pernah rasa takut menghalangimu dalam mengejar impian,” kata mereka. “Jangan biarkan rasa takut membatasi masa depanmu. Pilihlah kehidupan yang kamu inginkan dan berusahalah mewujudkan kehidupan itu.” Aku tidak akan pernah bisa melakukanya jika kalian tidak pernah memberiku dorongan untuk menghadapi dan menaklukan ketakutanku.

Terimakasih untuk setiap motivasi dan dukungan itu. Kalian adalah harta dan kekuatan bagi kehidupanku.

Posted from WordPress for Android