Untuk Kedua Kalinya Kamu Mencoba Mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi

by gagsight

Apa kabarmu akhir-akhir ini? Apakah baik-baik saja?
Maafkan aku karena sudah menanyakan bagaimana keadaanmu, karena aku tahu betapa sulitnya ketika kamu memutuskan untuk belajar guna mengikuti ujian masuk perguruan tinggi yang selama ini kamu idam-idamkan untuk kesekian kalinya.

Sekarang bulan Juni, ratu dari semua musim. Juni adalah musim ketika sinar mentari keemasan membuka kelopak bunga di setiap sudut, sedangkan kamu terkurung dalam sebuah ruangan berdinding empat dari pukul tujuh pagi hingga pukul sebelas malam, mempergunakan semua waktu yang kamu miliki untuk sekali lagi mempelajari apa yang telah kamu pelajari. Juni adalah saat kekuatanmu akan masa depan yang tidak jelas mencekikmu lebih kuat daripada ruangan tertutup yang mengurungmu sekarang.

Sekarang menjadi saat bagi teman-temanmu tidak lebih baik darimu, yang telah diterima di perguruan tinggi yang mereka inginkan, dan telah menyelesaikan ujian akhir mereka, serta telah bersiap-siap untuk menyambut perayaan yang digelar di kampus yang dihiasi oleh hijaunya pepohonan di mana-mana. Sekarang adalah waktu ketika rasa kecewa karena tidak diterima masuk perguruan tinggi berkurang sedikit, dan keinginan kuat untuk mencapai keberhasilan ketika kamu mendaftar di bimbingan masuk perguruan tinggi untuk pertama kalinya mulai melemah dari hari ke hari. Rasa tidak berdaya pun mengisi setiap lubang yang tersisa dalam hatimu yang lemah.

Aku tahu Juni bisa menjadi bulan paling menyakitkan bagi siapa pun yang memutuskan untuk belajar lagi demi ujian masuk ke perguruan tinggi yang mereka inginkan. Maafkan aku kecewa menanyakan karena menanyakan bagaimana kabarmu ketika aku tahu apa yang sedang kamu lalui saat ini. Ketika aku melihatmu beberapa waktu lalu, aku tidak bisa berkata apa-apa. Jika aku bertemu dengan mu lagi, tetap saja, tidak ada yang bisa kukatakan selain: Jadi, bagaimana kabarmu? Apa semua baik-baik saja?

Ketika aku menanyakan apa yang sulit bagimu saat ini, kamu menjawab ada dua hal yang membawamu merasa sangat tidak nyaman. Yang pertama adalah untuk bisa memenuhi harapanmu dan orang lain. Dan yang kedua, untuk mengatur dirimu sendiri. Kamu berkata kamu bisa menghadapi segala hal, kecuali dua hal itu.
Aku setuju. Benar sekali. Kedua hal itu bisa menjadi sangat sulit.
Namun apakah kamu tahu? Kedua persoalan itu tidak hanya dialami olehmu yang harus mengulang mengikuti ujian.
Sebenarnya, kedua persoalan itu adalah soal penting dalam hidup.

Ketika seorang yang begitu ceria dan pintar sepertimu gagal mengikuti ujian, orang tuamu pasti kecewa, bukan? Mereka mungkin berharap kamu akan berhasil di lain kesempatan ketika kamu mengatakan kepada mereka bahwa kamu memutuskan untuk menolak masuk universitas lain dan belajar lagi untuk bisa diterima di perguruan tinggi favoritmu. Kamu benar. Kamu pun memiliki segalanya untuk memperoleh apa pun yang kamu inginkan.

Namun, mari kita lihat dengan kacamata  yang lain. Apakah menurutmu semua orang akan berbahagia jika kamu diterima di perguruan tinggi favoritmu tahun berikutnya? Mungkin tidak. Kemungkinan besar, mereka akan mulai berharap lebih banyak darimu. Jadi, yang ingin ku katakan sebenarnya adalah sebagai berikut. Beban yang kamu pikul saat ini adalah awal dari semua tanggung jawab dan beban yang akan kamu tanggung selama hidupmu, tanpa harus menghiraukan keputusanmu. Dalam kasusmu, bebanmu, sedikit lebih berat dari orang lain, dan kamu dipaksa untuk memikul beban harapan itu sedikit lebih awal dari orang lain.

Kamu bilang sulit mengatur dirimu sendiri. Dan, itu adalah persoalan yang sama. Persoalan ini akan terus menerus mengikutimu selama hidupmu. Tentu saja, ketika kamu bertemu dengan teman-temanmu yang telah lebih awal lulus dari perguruan tinggi.
Apapun yang kamu lakukan, tidak akan ada keberhasilan di hari esok tanpa kamu merasakan sakit di hari ini. Kemudian, kamu mungkin ingin bertanya adakah cara yang lebih fleksibel dan bahkan lebih menyenangkan untuk menahan rasa sakit yang kamu rasakan hari ini. Sekarang, itulah yang kita sebut dengan kemampuan mengatur diri sendiri. Jadi, inti dari keberhasilan dalam hidup adalah kemampuan mengatur dirimu sendiri yang saat ini mengganggumu sementara kamu berjuang dalam sebuah kotak tertutup.

Sekarang, kamu mungkin merasa penasaran kenapa aku terus-menerus menekankan bahwa persoalan yang kamu alami bukan hanya persoalan yang dihadapi oleh orang-orang sepertimu, dan bahwa persoalan tersebut adalah persoalan dalam hidup pada umumnya, bukan malah bersimpati pada dirimu. Aku mungkin terdengar tidak peduli padamu, atau bahkan tidak mengerti bahwa saran seperti ini sama sekali tidak membuatmu menghilangkan rasa sakitmu.

Kedewasaan disirami oleh rasa frustasi. Ketika semua berjalan sesuai dengan harapan, tidak seorang pun berusaha melihat pada diri sendiri. Hanya ketika menemui sebuah kegagalan, kita mulai menengok kembali untuk melihat apa yang salah, dan menemukan jejak bagi pendewasaan diri. Jadi, ketika kamu melihat sesuatu dari sudut pandang yang lebih luas dalam hidup, keberhasilan yang tidak menentu jauh lebih berbahaya daripada kegagalan yang telak.

Kamu mungkin berharap bahwa persoalan yang kamu hadapi kali ini akan berlalu dengan cepat, tetapi ingatlah bahwa waktu yang kamu habiskan untuk kembali melakukan persiapan jelas merupakan bagian dari hidupmu. Waktu itu sama berharganya dengan waktu yang lain, dan waktu ini terlalu berharga untuk dibuang percuma. Apa yang kamu lakukan sekarang bukan membuang waktu, melainkan sebuah kesempatan emas untuk membangun kemampuan penting yang bisa menentukan bagaimana kamu akan menjalani seluruh kehidupanmu. Kamu bisa merasakan sebuah pengalaman hidup yang lebih kuat dibandingkan teman-teman yg tidak perlu berhadapan dengan hal yang sama sepetimu (mungkin, seharusnya aku mengatakan bahwa mereka tidak bisa melalui, bukannya mereka tidak perlu melalui)

Apakah kamu merasa lebih baik sekarang?

Ya, masih terlalu cepat untuk merasa lebih baik sekarang. Jika kamu ingin merasakan kenyamanan dari kata-kata yang kuucapkan, maka harimu sekarang harus diubah. Membuat keputusan yg tidak bisa kamu ikuti sendiri adalah caramu mencari kesenangan diri.

Kemampuan untuk bisa mengatur dirimu sendiri tidak sama dengan kemampuanmu yang bisa kamu peroleh dari membaca sesuatu yg mendidik atau memberi inspirasi, dan menjadi terinspirasi untuk menciptakan sesuatu yang menakjubkan dalam semalam. Mengatur diri sendiri merupakan sebuah kemampuan yang harus kamu kembangkan sedikit demi sedikit melalui tindakan, dari hari ke hari. Jadi, jangan merasa kecewa dan menyerah ketika kamu terjatuh dari lintasan selama beberapa hari, atau merasa telah kehilangan kendali atas dirimu sendiri untuk sementara. Kamu perlu menata dirimu, baik secara pikiran maupun fisik.

Mulailah untuk mengatur dirimu sendiri agar bisa memenuhi harapan orang lain. Bukan besok, melainkan mulailah hari ini juga. Hari esok adalah hasil dari apa yang telah kamu lakukan sekarang, saat ini.
Sekarang jangan mengeluh. Mulailah untuk mengubah hari ini, mulailah sekarang.

Posted from WordPress for Android