Satu orang itu akan menjadi sebuah lautan tak terbatas untukmu

by gagsight

Aku pernah mengenal seorang perempuan, sebut saja namanya si Anny. Ia begitu cantik dan manis hingga membuat banyak lelaki di sekitarnya jatuh hati. Cukup lama ia memiliki dan memanajemen kolam ikan. Ketika ia pergi dengan seorang pria ke bioskop atau cafe, ia akan memperlakukan pria itu dengan manis dan baik. Namun ketika si pria mengutarakan isi hatinya pada si Anny ini, reaksinya begitu tak acuh, dan ia mulai menjauhi pria itu tanpa memberikan jawaban atas pengakuan si pria itu padanya. Ia tidak pernah mengatakan kalau ia suka dan tidak ingin menemui pria itu lagi. Kemudian, mulai saat itu, ia mendekati pria lain dan mulai berkencan dengannya. Rutinitas yang sama pun berulang pada pria baru ini.

Ia telah melakukan petualangan ini selama masih di bangku sekolah dan bahkan ketika ia sudah menjadi mahasiswa, banyak teman kencanya yang satu persatu mulai meninggalkannya. Meskipun demikian, si Anny tetap seorang perempuan yang memesona dan memiliki cukup cadangan pria untuk ia kencani kapan pun. Hanya saja, jumlah berlian yang ia miliki mulai berkurang, seiring penambahan usianya. Ketika ia mulai memasuki usia dewasa, orang-orang di sekitarnya menyuruhnya untuk memilih seseorang sebagai kekasih. Tentu saja ia akan menjawab, “Aku akan memilih seorang pria yang jauh lebih baik jika aku harus menjalin hubungan yang spesial.”

Aku tidak berniat menyamaratakan semua orang dengan mengambil contoh pada satu kejadian khusus. Namun menurutku, fenomena ini memerlukan sebuah penjelasan. Apa penyebab ironi ini? Mengapa keputusan akhir yang kamu ambil setelah memperhatikan semua atribut dari kedudukan, penampilan, dan keturunan meski jarang memberikan hasil yang lebih baik daripada ketika kamu hanya memperhatikan satu orang saja?

Jawabnya lumayan sederhana: Manusia tidak ada yang sempurna. Memilih untuk memulai sebuah hubungan tidak sama dengan berbelanja. Menjalin sebuah hubungan bukan berarti memilih pasangan yang baik, tetapi menjadi pasangan yang baik. Aturan yang sama berlaku pula dalam hubungan pertemanan dan terutama dalam hubungan dengan kekasihmu. Bagaimanapun, orang-orang terobsesi untuk membuat keputusan tanpa harus kehilangan apa pun. Namun, dengan sifat hubungan manusia yang saling menguntungkan, saat kamu mulai memaksakan untuk tidak akan kehilangan apa pun selama menjalin sebuah hubungan, pilihan yang kamu ambil tidak pernah membuatmu dan pasanganmu bahagia.

Ketika kamu mulai memiliki banyak teman kencan dengan harapan memperoleh yang terbaik dari yang tersedia, kamu akan dengan mudah menghindari tanggung jawab untuk hubungan yang kamu jalin dengan seseorang, dan kamu tidak akan pernah berhenti untuk mencari alternatif yang lebih baik. Akibatnya, hubungan yang kamu jalin dengan baik akan mulai merenggang, hingga akhirnya, kamu mungkin akan menjadi salah satu ikan dalam kolam ikan orang lain; kamu tidak lagi seorang manajer.

Karakteristik lain yang kutemukan pada orang-orang yang memiliki prilaku demikian adalah mereka menjadi kecanduan terhadap sesuatu yang dinamakan cinta. Mereka secara konstan memperkaya ego mereka dengan kenyataan bahwa ada banyak lawan jenis yang menyukai mereka. Seperti seorang pemabuk yang takut kehabisan alkohol, mereka pun takut kehilangan orang-orang yang memuja mereka. Jadi, yang mereka lakukan adalah memasukan sebanyak mungkin ikan ke kolam mereka sehingga mereka tidak perlu khawatir akan kehabisan persediaan ketika salah satu pemuja mereka pergi. Mereka tidak memiliki kepercayaan diri untuk memperoleh cinta yang dapat memuaskan ego mereka pada diri satu orang, sehingga memutuskan untuk mencari kebahagiaan dari sejumlah orang, yang memuja mereka.

Namun, cinta tidak sama dengan kampanye pemilihan. Yang terpenting adalah memiliki seseorang yang dapat memberikan kedamaian dan kenyamanan bagi jiwamu, bukan ratusan orang yang hanya mengenal dirimu. Hanya ketika kamu memperlihatkan betapa kamu memperhatikan seseorang itu, ia akan membuka pintu hatinya dan memberikan komitmennya padamu. Percaya pada kemampuanmu untuk dapat mengatur seseorang ataupun banyak orang akan memberimu kepercayaan diri yang salah, karena pada dasarnya apa yang kamu lakukan adalah sebuah prilaku pengecut. Kamu berprilaku seperti pengecut karena tidak memiliki keberanian untuk mencintai seseorang dengan sepenuh hatimu.

Jika kamu merasa seseorang atau bahkan termasuk dirimu menjadi salah satu ikan dalam kolam seseorang, keluarlah dan tanyakan pada orang itu, “Bagimu, siapa aku?” jika kamu yakin kamu hanyalah seekor ikan dalam kolam orang itu, maka menjauhlah tanpa berpaling sedikit pun. Tidak akan ada masa depan yang bisa kamu harapkan dari seorang pasangan yang tidak memiliki keberanian untuk mencintai dan bertanggung jawab pada sebuah hubungan. Jika kamu sendiri adalah orang yang memelihara sebuah kolam ikan (yang kadang kamu tidak menyadari tindakanmu sendiri, tetapi pendapat teman-teman dekatmu akan prilakumu akan menjadi pendapat yang akurat), segera sudahi. Semakin banyak ikan yang kamu pelihara, semakin sempit ukuran kebahagiaan yang akan kamu dapatkan.

Bukalah segera kolam ikan itu dan biarkan ikan-ikanmu pergi. Jangan biarkan salah satu dari mereka mendekati kolammu lagi. Pikirkan tentang seseorang yang bisa kamu cintai dengan seluruh hatimu, secara jujur. Satu orang itu akan menjadi sebuah lautan tak terbatas untukmu.