Faith

by gagsight

Iman didefinisikan sebagai subtansi dari hal – hal yang diharapkan, bukti atas hal – hal yang tidak terlihat. Aku dan kamu tidak dapat hidup tanpa iman , tanpa meletakan keyakinan kita dalam sesuatu yang tidak bisa kita buktikan. Kebanyakan kita berbicara soal iman lain yang merupakan bagian dari keseharian. Sebagai seorang  percaya aku hidup mengikuti keyakinan ku akan Tuhan. Meskipun tidak melihat atau menyentuhNya, aku meyakini dalam hatiku bahwa Dia ada, dan kuletakan masa depanku di tanganNya. Aku tidak tahu apa yang akan dihadirkan hari esok, tetapi karena aku percaya kepada Tuhan, aku tahu siapa yang akan menghadirkan hari esok.

Itulah salah satu bentuk iman. Aku memiliki iman di berbagai ranah kehidupanku. Aku paham ada beberapa elemen yang tidak dapat aku lihat, sentuh, dan rasakan. Tetapi aku tetap meyakininya. Aku percaya oksigen itu ada, dan aku mempercayai kebenaran pandangan ilmu pengetahuan yang mengatakan bahwa kita membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup. Aku tidak dapat melihat, menyentuh, atau merasakan oksigen. Pokoknya aku tahu oksigen itu ada karena aku ada. Jika aku hidup, berarti aku pasti bernafas, dan berarti oksigen pasti ada , bener kan?

Sebagaimana kita harus memperoleh oksigen untuk hidup, kita harus mempercayai beberapa realitas tak tampak tertentu. Mengapa? Karena kita semua menghadapi tantangan, kamu memiliki tantangan, aku memiliki tantangan. Adakalanya dalam kehidupan kita sama sekali tidak bisa melihat jalan keluar, dan saat itulah iman berperan.