CINTAILAH DIRIMU YANG SEMPURNA DENGAN KETIDAKSEMPURNAANNYA

by gagsight

Kamu harus meyakini keindahan dan makna dirimu sebagai seorang yang bisa membawa perubahan, seseorang yang berharga. Menemukan tujuan hidup adalah langkah penting pertama untuk menjalani kehidupan tanpa batas. Dengan mempertahankan harapan dan iman akan adanya peluang bahkan di saat-saat terburuk. Kamu akan bisa terus berjalan menuju tujuan itu. Namun, untuk merasa bahagia, kamu harus menyadari dengan segenap hati bahwa kamu pantas meraih keberhasilan dan kegembiraan. Kamu harus mencintai dirimu sendiri sebagaimana Tuhan mengasihi mereka yang percaya.

Aku punya seorang teman yang sangat nyaman dengan dirinya, begitu senang dan antusias untuk mengembangkan apa yang dimilikinya, sehingga kelihatan dia memancarkan kegembiraan. Aku suka berada di dekatnya. Semua orang merasa senang berada didekatnya. Mengapa? Karena dia bercahaya dari dalam. Dia mencintai dirinya tetapi bukan cinta diri yang “Kalian itu apa?” dia merasa dirinya selalu mendapat anugerah, bahkan ketika menghadapi apa yang tidak diharapkannya, bahkan meski dirinya menghadapi kesulitan seperti halnya aku dan kamu.

Aku yakin kamu pasti kenal orang yang memancarkan aura menyenangkan semacam itu, seperti halnya kamu pasti kenal orang dengan aura sebaliknya, yang dengan kekesalan dan kesombongannya membuat orang menjauh darinya. Jika kamu tidak menerima dirimu sendiri, yang kamu dapatkan hanyalah kehancuran diri serta keterasingan.

Jika kamu tidak bercahaya dari dalam, mungkin sebabnya kamu lebih mengandalkan orang lain untuk mengakuimu, memberimu kepercayaan diri, dan membuatmu merasa diterima. Padahal hal itu tidaklah mungkin karena kamu harus menerima dirimu terlebih dahulu. Satu – satunya faktor penting untuk menentukan keelokan dan nilai dirimu sebagai pribadi haruslah faktor yang muncul dari dalam.

Aku tahu hal itu gampang diucapkan, sukar dilakukan. Aku sendiri sulit melakukannya. Aku selalu dinasehati bahwa Tuhan mengasihiku dan aku diciptakan sempurna seturut rencana Tuhan. Namun bisa dipastikan semua pelajaran dari orangtuaku dan semua upaya keluargaku untuk mengangkat diriku hancur berantakan begitu ada seorang yang berkata “Aku tuh gak suka sama kamu”

Kehidupan memang kadang kejam. Orang bisa bersikap acuh tak acuh atau sungguh-sungguh kasar. Maka, kamu harus mampu mencari kekuatan dari dalam dirimu, dan ketika kekuatan dari dalam itu tidak mampu menolong, kamu selalu bisa memintanya kepada Tuhan, sumber kekuatan dan cinta tanpa batas. Penerimaan dan kecintaan diri adalah sesuatu yang penting tetapi sering disalah artikan sekarang.

Rasa cintamu terhadap dirimu haruslah menggambarkan cinta Tuhan dan bahwa kamu adalah pribadi yang dihadirkan di dunia ini untuk memberikan kontribusi khusus. Begitu banyak remaja dan orang dewasa memaknainya secara cetek dan dangkal sehingga mewujudkan cinta diri itu dengan narsisme dan pemuasan diri ekstrem. Hal ini dikarenakan adanya pengkulturan kerupawanan dan selebritas yang ditonjolkan dalam berbagai realty show, film, dan video-video dan itu pengaruhnya tidak kecil. Ketika menonton itu semua, mudah bagimu untuk lupa bahwa tujuan kehidupan lebih dari sekedar berpenampilan bagus, hidup mewah, dan memikat orang lain.

Aku merasa harus mengatakan apa yang telah kamu lakukan untuk aku. Kamu telah mengajariku untuk meyakini diriku sendiri, mencintai diriku sebagaimana adanya, dan menjalani kehidupan sebagaimana aku menginginkannya…..aku sudah berubah sekarang, dan hidupku jadi jauh lebih bahagia.