Prolog

by gagsight

Ini adalah masa paling berharga dalam hidupmu, masa yang mampu membuat para orangtua merasa iri dan menyesal tanpa tahu kenapa penyebabnya, hingga dalam lamunannya mereka sering berkata, “Ah, senangnya.”

Masa ini menyenangkan karena satu alasan: kesempatan. Kamu seperti halnya biji logam mentah yang dapat menjadi sangat berharga karena kilaunya, tergantung bagaimana caramu memolesnya. Di perguruan tinggi, kamu memiliki banyak kesempatan karena di tempat ini, bagian terbaik dalam dirimu akan muncul, bakatmu akan terasah hingga kamu dapat membutakan orang lain dengan kilauan yang terpancar dari dirimu. Ketika kamu di perguruan tinggi, karat kehijauan dari gerbang besi maupun dedaunan hijau dari deretan pepohonan di kampus akan memberikanmu pelajaran yang berharga. Karena itu, perguruan tinggi sangat menyenangkan dan menjadi tempat yang tepat untuk menjalani masa mudamu.

Meskipun demikian, aku mengerti bahwa masa di perguruan tinggi juga dapat menjadi masa paling sulit dalam hidupmu. Para orangtua tak jarang menegur anak-anak muda dengan, “Apa yang kamu khawatirkan?” atau mereka akan mengomel, “Saat aku seusiamu, segalanya jauh lebih sulit”. Namun beban yang kamu tanggung di pundakmu jauh lebih berat dari yang mereka tahu.

Bagi mahasiswa yang berada di usia awal 20-an, masa-masa ini adalah masa penentu antara kedewasaan yang penuh tanggung jawab sosial dengan masa peralihan menuju kedewasaan itu sendiri, masa ketika tekanan yang kamu rasakan hingga akhirnya memasuki perguruan tinggi menyeruak keluar dan meletus layaknya gunung berapi. Masa-masa yang penuh konflik ketika keinginanmu bertentangan dengan harapan dari orang – orang yang merasa dirinya mengerti lebih baik tentangmu daripada dirimu sendiri. Alhasil, hari – harimu di perguruan tinggi akan menjadi penuh warna, meski kadang suram.

Banyak dari kalian yang merasa bahwa masa muda kalian penuh dengan tekanan. Kalian berharap segalanya akan segera berakhir dan kalian bisa segera memulai masa yang baru. Kalian begitu berkonsentrasi untuk meraih sesuatu sehingga merasa takut bahkan untuk menarik napas sejenak. Namun, suatu hal yang tidak kalian sadari adalah banyaknya kesempatan yang terbuka lebar dan menanti kalian. Kalian tidak mampu melihat bahwa masa yang tampaknya suram dapat pula menjadi masa paling bersinar dalam hidup kalian. Kemudian, ketika lautan badai penuh tekanan menghatam dengan beragam masalah, kalian mulai mengasihani diri sendiri. Akhirnya, banyak kesempatan emas kalian terbuang dengan percuma sementara kalian merasionalisasi masa – masa suram penuh kemalasan kalian sebagai bagian dari masa kuliah yang penuh kenangan. Kalian merasa pintar dengan cara kalian sendiri, tetapi tanpa kalian sadari, kalian telah membuat satu per satu keputusan yang salah – salah ketika kalian melihatnya kembali melalui perspektif yang lebih luas di masa mendatang.

Aku ingin melihatmu sedikit lebih bersantai. Daripada menjadi seorang pedagang ulung yang berkeras untuk meraih 1% laba yang terlihat, aku mengharapkanmu untuk menjadi seorang investor bodoh yang mampu menunggu dengan sabar untuk setiap kesempatan yang datang, seseorang yang memiliki keinginan. Daripada menjadi seorang pelari cepat yang berlari sekuat tenaga hanya untuk terjatuh kelelahan di tengah lintasan, aku berharap kamu menjadi seorang petualang pemberani yang dalam satu waktu mengambil satu langkah tanpa melepaskan pengelihatanmu dari tujuan yang ingin kamu capai.

Yang kamu miliki adalah semangat masa muda. Mulailah perjalananmu sekarang.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                -RK-